Kamis, 31 Januari 2013
Lagu Indonesia Terbaru dan Terpopuler 2013
Lagu Indonesia Terbaru dan Terpopuler 2013 - Indonesia adalah salah satu negara kaya akan seniman-seniman musik handal. Hal ini terbukti dengan keberadaan lagu-lagu Indonesia yang masih tetap mampu menjadi tuan di rumah sendiri dan selain itu keberadaan lagu Indonesia juga banyak diminati oleh negara tetangga seperti halnya di Malaysia.
Keberadaan lagu-lagu Indonesia yang masih tetap banyak
Rabu, 30 Januari 2013
Maharani Mahasiswi Cantik pada Kasus Suap Luthfi Hasan
Maharani Mahasiswi Cantik pada Kasus Suap Luthfi Hasan - Seorang mahasiswi bernama Maharani juga turut ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan kasus suap yang melibatkan anggota DPR sekaligus sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq. Maharani ditangkap oleh KPK ketika sedang berdua dengan Ahmad Fathanah, penerima suap PT Indoguna Utama, di
Cara Menambah Tinggi Badan Secara Alami
Cara Menambah Tinggi Badan Secara Alami - Memiliki ukuran tubuh pendek merupakan salah satu hal yang kerap dihadapi oleh banyak orang Indonesia. Seperti yang terungkap dari hasil survey yang dilakukan oleh South East Asia Nutritions Surveys (SEANUTS), menyebutkan bahwa sekitar 24,1 persen anak laki-laki dan 24,3 persen anak perempuan Indonesia karena mengalami kekurangan gizi.
Selain faktor
Selasa, 29 Januari 2013
Cara Merawat Burung Cucak Ijo
Cara Merawat Burung Cucak Ijo - Burung cucak ijo adalah burung yang memiliki nama latin Chloripsis sonnerati yang termasuk dalam golongan Chloropseidae dan memiliki ciri-ciri warna bulu hijau tua bagi burung jantan, dan memiliki bulu berwarna hijau muda bagi betina. Burung ini terkenal dengan variasi suara kicauan yang beragam dan hal inilah keunikan dari cucak ijo, sehingga kerap diperlombakan
Cara Menghilangkan Rasa Malas Belajar
Cara Menghilangkan Rasa Malas Belajar - Hampir setiap orang pernah mengalami rasa malas untuk melakukan sesuatu aktivitas. Terlebih-lebih bagi mereka yang berstatus sebagai pelajar, dimana dalam kesehariannya selalu bergelut dengan pelajaran-pelajaran di sekolah dan beberapa diantaranya mungkin tidak mereka sukai.Rasa malas memang sesuatu hal lumrah bila masih bisa dikontrol keberadaanya. Namun
Selasa, 22 Januari 2013
Kadar Air Dan pH Tanah
Kali ini kami akan membagikan tips bagaimana cara sederhana dan mudah mengukur kadar air tanah menggunakan soil moisture meter. Ini adalah cara yang biasa digunakan para petani bukan untuk tujuan penelitian dalam bidang ilmu tanah. Yach karena kami ditulis memang untuk para petani, dan penjelasannyapun menggunakan bahasa petani yang cenderung sederhana.
Pengukuran kadar air bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan kertas lakmus, pH indikator dan pH meter. Pengukuran yang paling akurat adalah menggunakan pH meter, namun sayang alat tersebut sangatlah mahal sehingga kurang terjangkau bagi kita para petani kecil. Oleh karena itu kita hanya akan membahas cara menggunakan soil moisture meter yang harganya sangat terjangkau oleh kantong kita.
Langsung praktek aja ya,
Alat dan Bahan:
Kertas lakmus atau pH indikator
Air aqua
Gelas aqua
Sendok teh
Sampel tanah (cara mengambil sample tanah: ambil tanah kering dari empat ujung dan tengah-tengah lahan kita, campurkan secara merata, jemur beberapa jam supaya kering. Ini bertujuan agar tanah yang akan diukur pHnya merupakan bagian yang rata dari lahan kita)
Cara pengukuran:
Ambil sedikit sample tanah dan air aqua dengan perbandingan 1 : 1,
Masukkan dalam gelas aqua
Aduk-aduk hingga benar-benar homogen (merata)
Biarkan beberapa menit hingga campuran air dan tanah tadi memisah (tanahnya mengendap)
Setelah airnya terlihat agak jernih masukkan ujung kertas lakmus atau pH Indikator kedalam campuran tadi (sekitas 1 menit) tetapi jangan sampai mengenai tanahnya.
Tunggu beberapa saat sampai kertas lakmus atau pH indikator berubah warnanya.
Setelah warnanya stabil, cocokkan warna yang diperoleh oleh kertas lakmus atau pH indikator tadi dengan bagan warna petunjuknya.
Kita akan segera tahu kadar air kita berapa.
Sangat mudah bukan?
Seperti kita ketahui bersama kadar air sangatlah penting dalam ilmu pertanian karena kadar air akan menentukan kesuburan suatu tanaman. Kenapa demikian ? Karena kadar air sangat menentukan bisa atau tidak suatu unsur hara dalam tanah diserap oleh akar tanaman.
pH adalah tingakat keasaman atau kebasa-an suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. Sebagai contoh, jus jeruk dan air aki mempunyai pH antara 0 hingga 7, sedangkan air laut dan cairan pemutih mempunyai sifat basa (yang juga di sebut sebagai alkaline) dengan nilai pH 7 – 14. Air murni adalah netral atau mempunyai nilai pH 7.
Biasanya jika kadar air semakin tinggi maka unsur hara akan semakin sulit diserap tanaman, demikian juga sebaliknya jika terlalu rendah akar juga akan kesulitan menyerap makanannya yang berada dalam tanah. Akar tanaman akan mudah menyerap unsur hara atau pupuk yang kita berikan jika pH dalam tanah sedang-sedang saja (cenderung netral).
Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5,5; Nitrogen (dalam bentuk nitrat) menjadi tersedia bagi tanaman. Di sisi lain Pospor akan tersedia bagi tanaman pada Ph antara 6,0 hingga 7,0.
Beberapa bakteri membantu tanaman mendapatkan N dengan mengubah N di atmosfer menjadi bentuk N yang dapat digunakan oleh tanaman. Bakteri ini hidup di dalam nodule akar tanaman legume (seperti alfalfa dan kedelai) dan berfungsi secara baik bilamana tanaman dimana bakteri tersebut hidup tumbuh pada tanah dengan kisaran pH yang sesuai.
Sebagai contoh kedelai tumbuh dengan baik pada tanah dengan kisaran pH 6,0 hingga 7,0. Kacang tanah tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 5,3 hingga 6,6. Banyak tanaman termasuk sayuran, bunga dan semak-semak serta buah-buahan tergantung dengan pH dan ketersediaan tanah yang mengandung nutrisi yang cukup.
Jika larutan tanah terlalu masam, tanaman tidak dapat memanfaatkan N, P, K dan zat hara lain yang mereka butuhkan. Pada tanah masam, tanaman mempunyai kemungkinan yang besar untuk teracuni logam berat yang pada akhirnya dapat mati karena keracunan tersebut.
Demikian sekelumit tips dari kami tentang bagaimana cara mengukur kadar air menggunakan kertas lakmus atau pH meter, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca semua. Dan harapan saya tentunya akan bisa lebih meningkatkan hasil pertanian dari para petani kita.
Pengukuran kadar air bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan kertas lakmus, pH indikator dan pH meter. Pengukuran yang paling akurat adalah menggunakan pH meter, namun sayang alat tersebut sangatlah mahal sehingga kurang terjangkau bagi kita para petani kecil. Oleh karena itu kita hanya akan membahas cara menggunakan soil moisture meter yang harganya sangat terjangkau oleh kantong kita.
Langsung praktek aja ya,
Alat dan Bahan:
Kertas lakmus atau pH indikator
Air aqua
Gelas aqua
Sendok teh
Sampel tanah (cara mengambil sample tanah: ambil tanah kering dari empat ujung dan tengah-tengah lahan kita, campurkan secara merata, jemur beberapa jam supaya kering. Ini bertujuan agar tanah yang akan diukur pHnya merupakan bagian yang rata dari lahan kita)
Cara pengukuran:
Ambil sedikit sample tanah dan air aqua dengan perbandingan 1 : 1,
Masukkan dalam gelas aqua
Aduk-aduk hingga benar-benar homogen (merata)
Biarkan beberapa menit hingga campuran air dan tanah tadi memisah (tanahnya mengendap)
Setelah airnya terlihat agak jernih masukkan ujung kertas lakmus atau pH Indikator kedalam campuran tadi (sekitas 1 menit) tetapi jangan sampai mengenai tanahnya.
Tunggu beberapa saat sampai kertas lakmus atau pH indikator berubah warnanya.
Setelah warnanya stabil, cocokkan warna yang diperoleh oleh kertas lakmus atau pH indikator tadi dengan bagan warna petunjuknya.
Kita akan segera tahu kadar air kita berapa.
Sangat mudah bukan?
Seperti kita ketahui bersama kadar air sangatlah penting dalam ilmu pertanian karena kadar air akan menentukan kesuburan suatu tanaman. Kenapa demikian ? Karena kadar air sangat menentukan bisa atau tidak suatu unsur hara dalam tanah diserap oleh akar tanaman.
pH adalah tingakat keasaman atau kebasa-an suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. Sebagai contoh, jus jeruk dan air aki mempunyai pH antara 0 hingga 7, sedangkan air laut dan cairan pemutih mempunyai sifat basa (yang juga di sebut sebagai alkaline) dengan nilai pH 7 – 14. Air murni adalah netral atau mempunyai nilai pH 7.
Biasanya jika kadar air semakin tinggi maka unsur hara akan semakin sulit diserap tanaman, demikian juga sebaliknya jika terlalu rendah akar juga akan kesulitan menyerap makanannya yang berada dalam tanah. Akar tanaman akan mudah menyerap unsur hara atau pupuk yang kita berikan jika pH dalam tanah sedang-sedang saja (cenderung netral).
Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5,5; Nitrogen (dalam bentuk nitrat) menjadi tersedia bagi tanaman. Di sisi lain Pospor akan tersedia bagi tanaman pada Ph antara 6,0 hingga 7,0.
Beberapa bakteri membantu tanaman mendapatkan N dengan mengubah N di atmosfer menjadi bentuk N yang dapat digunakan oleh tanaman. Bakteri ini hidup di dalam nodule akar tanaman legume (seperti alfalfa dan kedelai) dan berfungsi secara baik bilamana tanaman dimana bakteri tersebut hidup tumbuh pada tanah dengan kisaran pH yang sesuai.
Sebagai contoh kedelai tumbuh dengan baik pada tanah dengan kisaran pH 6,0 hingga 7,0. Kacang tanah tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 5,3 hingga 6,6. Banyak tanaman termasuk sayuran, bunga dan semak-semak serta buah-buahan tergantung dengan pH dan ketersediaan tanah yang mengandung nutrisi yang cukup.
Jika larutan tanah terlalu masam, tanaman tidak dapat memanfaatkan N, P, K dan zat hara lain yang mereka butuhkan. Pada tanah masam, tanaman mempunyai kemungkinan yang besar untuk teracuni logam berat yang pada akhirnya dapat mati karena keracunan tersebut.
Demikian sekelumit tips dari kami tentang bagaimana cara mengukur kadar air menggunakan kertas lakmus atau pH meter, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca semua. Dan harapan saya tentunya akan bisa lebih meningkatkan hasil pertanian dari para petani kita.
Langganan:
Komentar (Atom)